1 / 35

KOMPONEN AIR

KOMPONEN AIR. Fokus Perhatian komponen air dalam sistem kesehatan lingkungan adalah air sebagai kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan Dasar Manusia akan air: Kebutuhan air untuk mempertahankan hidup (makan+minum).

metea
Download Presentation

KOMPONEN AIR

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. KOMPONEN AIR

  2. Fokus Perhatian komponen air dalam sistem kesehatan lingkungan adalah air sebagai kebutuhan dasar manusia. • Kebutuhan Dasar Manusia akan air: • Kebutuhan air untuk mempertahankan hidup (makan+minum). • Kebutuhan air untuk kepentingan rumah tangga sehari-hari (masak, mandi, cuci, kakus). • Memenuhi Syarat • Kuantitas (Kebutuhan Dasar Manusia) • Kualitas • Fisik • Biologis • Kimia • (Erat hubungannya dengan timbulnya penyakit/kejadian sakit pada manusi).

  3. Syarat Kuantitas Air • Kuantitas Kebutuhan Dasar Manusia • Di Indoensia (negara berkembang) • Di Pedesaan 60 L/orang/hari • Perkotaan 100 – 150 L/orang/hari • Di Negara Maju • Amerika 150 – 1.050 L/orang/hari • Australia 150 – 290 L/orang/hari • Eropa 50 – 290 L/orang/hari • Perincian Kebutuhan Air Rumah Tangga di Indonesia/orang/hari • Kegiatan Pedesaan Perkotaan • Minum 5 liter 5 liter • Masak 5 liter 5 liter • Cuci 15 liter 15 liter • Mandi 25 liter 30 liter • Kakus 10 liter 20 liter • Ekstra - 25 liter • 60 liter 100 liter

  4. Pencemaran air akan meningkat seiring dengan peningkatan populasi Seberapa baik air anda?

  5. Syarat Kualitas Air • Kualitas Fisik • Kualitas Bilogis • Kualitas Kimiawi • Kualitas Radioaktif Kualitas Fisik • Tidak Berbau • Tidak berwarna • Tidak Berasa • Tidak Keruh • Suhu lebih rendah dari suhu lingkungan (kalau tangan dicelup terasa lebih dingin)

  6. Parameter penting Kualitas Air • Kimia • Organik • Inorganik • pH • Mikrobiologis • Bakteri • Virus • Protozoa • Helminth • Fisik • Kekeruhan • Bau • Rasa • Penampakan

  7. Karakter Air yang Aman • Bebas kuman • Jernih • Tidak asin • Tidak berasa dan berwarna • Tidak ada zat berbahaya • Tidak korosif

  8. Kekeruhan • Zat tersuspensi • Zat organik dan inorganik • Bakteri yang menempel di partikel • Penting untuk dihilangkan

  9. Warna, Rasa dan Bau • Indikasi adanya kontaminan • Disebabkan berbagai zat pencemar • Warna biasanya ditentukan adanya kontak dengan zat organik • Bisa sulit untuk dihilangkan

  10. Air Aman Definisi dari air minum yang aman menurut panduan World Health Organisation (WHO) : “Guidelines is “tidak menyebabkan risiko yang signifikan terhadap kesehatan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, termasuk sensifitas yang berbeda yang mungkin ada di tingkat kehidupan/generasi yang berbeda” Karakter Air yang Aman • Tidak ada pencemar dan patogen • Jernih • Tidak berasa dan berbau • Konsentrasi zat beracun yang rendah

  11. Kualitas Biologis Microbiology Studi yang mempelajari mikro-organisma seperti bakteri, virus, protozoa dan cacing/helminths • Bacteria (0.2 - 5 microns) dominan sekali • Viruses (0.02 – 0.2 microns) terkecil paling kompleks – menggunakan sel induk semang utk perkembang biak • Protozoa (4 - 20 microns) dapat memberntuk kista yang hidup tanpa induk semang dan dalam lingkungan yang keras • Helminths (40 – 100 microns) cacing / parasit bertahan hidup tergantung dari daya tahan host Pathogen

  12. Bacteria (0.2 to 5 microns) • Organisma dominan dalam tinja • Kelompok micro-organisms yang paling banyak jenisnya • Sederhana, memiliki sistem penunjang hidup sendiri • Baik dan jahat • Terdapat banyak dalam tinja (1gram = milyar)

  13. Bakteri Bakteri Heterotrophic – termasuk semua bakteri di alam Total Coliforms – termasuk semua bakteri dalam air Fecal Coliforms – dalam usus mamalia E. coli

  14. Perbandingan Ukuran Virus (0.02 - 0.2 micron) Ukuran pori dalam filter pasir (1 micron) Bakteri (0.2 - 5 microns) Cacing / Helminth 40 - 100 microns

  15. Protozoa (4 - 20 microns) • Organisma ber-sel satu • Lebih besar ukurannya dari bakteri dan virus • Mampu membentuk kista yang resisten/kebal terhadap Chlorine • Mampu hidup tanpa host/menempel pada organisma lain

  16. Viruses (0.02 - 0.2 microns) • Partikel infeksi lebih kecil daripada bakteri • Virus tergatung pada sel host yang digunakan sebagai tempat mereka bereproduksi • Banyak menyebabkan penyakit • Bila distimulasi/dipancing, virus baru dapat terbentuk, berdiri sendiri, dan keluar dari sel host, membunuh sel dan menginfeksi sel lain

  17. Coliforms – E.Coli • Satu dari seribu bakteri dalam perut orang dewasa adalah E. coli. • Penting dilakukan tes air –sederhana saja, hanya untuk mendeteksi kehadirannya • Untuk kesehatan kita perlu E.Coli sebanyak 5.5 - 6 milyar dalam usus kita. Mereka bereproduksi sangat cepat dalam usus kita. • Setiap orang membuang 100 - 400 milyar coliforms/ hari. Dengan demikian bakteri coliform ada dalam jumlah yang sangat banyak sehingga mudah untuk mendeteksinya dibandingkan patogen mikro-organisma lainnya (penyebab penyakit). • Kehadiran coliform dalam air digunan untuk mengindikasikan apakah air telah tercemar oleh kotoran manusia atau binatang.

  18. TOTAL COLIFORM • Escherichia • Enterobacter • Citrobacter • Klebsiella • Semuanya, kecuali Escherichia, dapat hadir sebagai organisme bebas selain juga sebagai organisme yang hidup di dalam tubuh manusia • Laktosa fermentasi di 35°C dalam 24-48 jam. COLIFORM TINJA • terutama Escherichia coli dan Klebsiella spp . • laktosa fermentasi di 44.5°C (coliform lain tidak bisa bertahan) E. coli ( Escherichia coli) • Bakteri secara normal berada di tubuh manusia dan hewan • E.coli lebih banyak berada di tubuh manusia dibanding hewan, sehingga tinja manusia lebih berbahayadaripada kotoran hewan • Umumnya ada dengan angka 20:1 dibandingkan dengan bakteri lain • Jika ada E. coli, maka sudah dapat dipastikan bahwa itu adalah bakteri yang berbahaya • E. coli O157:H7 adalah perkecualian – menyebabkan sakit yang serius

  19. Tes MPN (Most Probable Number/ Angka yang paling mungkin) • Larutkan sampel sampai 10 - 15 tabung (atau sampai 50 – 96 titik sampel) • Diinkubasi 24-48 jam • Produksi gas atau penampakan seperti awan akan terlihat apabila mengandung organisme indikator • Biasanya digunakan untuk tes kekeruhan dan air limbah • Menggunakan tabel dasar dari tabung yang positif sebagai MPN per 100 mL sampel

  20. Jumlah e.coli 0-10 10-100 100-1000 > 1000 Harap dipertimbangkan tentang sumber alternatif yang lain, dosis, jumlah dan kesehatan pengguna Arti Kualitas yang layak Tercemar Berbahaya Sangat berbahaya Panduan WHO - Risiko

  21. Cacing/Helminthes (40 - 100 microns) • Multi-sel • Lebih besar dari bakteri, virus dan protozoa • Dapat hidup bertahun-tahun dalam tubuh • Secara umum tidak berkembang biak dalam host manusia • Bertahan hidup tergantung pada daya tahan host • Sebagian besar cacing/helminths keluar melalui tinja Cacing dari dalam usus manusia (20 feet/ 10 meter panjangnya)

  22. Peraturan Syarat Kualitas Air • Menurut PERMENKES NO.1 /MENKES/I/1975 • Disempurnakan menjadi PERMENKES NO. 416/MENKES/I/1990 • Dikokohkan oleh PP No. 20 Juni 1990 • PERMENKES No. 416, Untuk Kualitas Air Minum disempurnakan menjadi PERMENKES No. 907/ Syarat E. Colli • PERMENKES NO.416/1990 • PAM (Colliform dan Coli Tinja=0 dalam 100 ml sampel) • PAB • Perpipaan = 10 dalam 100 ml sampel • Non Perpipaan = 50 dalam 100 ml sampel

  23. Agen-agen Infeksi VirusPotential terdapat dalam limbah cair domestik

  24. Agen-agen Infeksi ProtozoaPotensial terdapat dalam limbah cair domestik

  25. Agen-agen Infeksi Cacing/HelminthsPotensial terdapat dalam limbah cair domestik

  26. Dosis Infeksi Manusia

  27. Parameter Kimia • pH • Alkalinitas • Kesadahan total • Besi, Mangan • Logan: seng, tembaga, Kromium, • Nitrat/Nitrit • Arsen, Fluorida • Klorida • Klorin bebas dan klorin total

  28. Tes Kimia • Kertas lakmus +- 10 % • Murah, mudah dan sederhana • Kurang akurat • Untuk perkiraan kasar • Titrasi +- 2 % • Butuh perlengkapan dan reagen • Dapat dilakukan di kondisi yg memungkinkan • Cukup akurat • Spectrophotometers dan Colorimeters +/- 1 – 2 % • Mahal • Paling akurat

  29. Pengaruh Parameter Menyimpang dari Air Minum Terhadap Kesehatan. A. Parameter Fisik. 1. Suhu.Suhu sebaiknya sejuk agar tidak terjadi pelarutan zat kimia yang ada pada saluran /pipa, yang dapat membahayakan kesehatan. 2. Warna.Air minum sebaiknya tidak berwarna untuk alasan estetis dan untuk mencegah keracunan dari berbagai zat kimia maupun mikroorganisme yang berwarna.Secara alamiah air rawa berwarna kuning muda karena ada tanin, asam humat dan lain-lain. 3. Bau.Air minum yang berbau selain tidak estetis juga tidak diterima oleh msyarakat. Selain itu bau air dapat memberi petunjuk akan kualitas air. 4. Rasa. Air minum biasanya tidak memberi rasa/tawar. Air yang tidak tawar, rasa dapat menunjukkan kehadiran berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan, pahit, asin dan sebagainya.

  30. 5. Jumlah Zat Padat Terlarut (TDS) Jumlah zat padat terlarut dapat memberi rasa yang tidak enak pada lidah, rasa mual yang disebabkan karena natrium sulfat, magnesium sulfat dan dapat menimbulkan cardiac diseasestoxemia pada wanita hamil. 6. Keasaman (pH) Air minum sebaiknya netral, tidak asam/basa. pH yang lebih kecil dari 6,5 menimbulkan rasa tidak enak dan dapat menyebabkan korosif pada pipa-pipa air minum dan dapat menyebabkan beberapa bahan kimia menjadi racun yang mengganggu kesehatan, pH tinggi dapat mengganggu pencernaan.

  31. B. Parameter Kimia. 1. Air raksa (Hg). Hg yang diabsorpsi akan masuk ke dalam darah, ginjal, hati, limpa dan tulang. Exkresi lewat urine,faeces, keringat, air susu dan saliva, HG organik dapat merusak susunan saraf pusat (tumor, Atarcia, lapangan penglihatan menciut, perubahan kepribadian) dan Hg anorganik merusak ginjal, serta menyebabkan cacat bawaan. 2. Arsen (As) Keracunan akut menimbulkan gejala muntaber disertai darah, koma, meninggal. Secara khronis menimbulkan anorexia, kolik, mual, diare, icterus perdarahan pada ginjal, dan kanker kulit, dapat juga berupa iritasi, allergi dan cacat bawaan.

  32. 3. Barium (Ba) Kadar barium berlebihan dapat mengganggu saluran pencernaan, menimbulkan mual, diare dan gangguan pada sistem syaraf pusat. 4. Besi (Fe) Konsentrasi yang lebih besar dari 0,3 mg/l dapat menimbulkan warna kunig, memberi rasa yang tidak enak pada minuman, pengendapan pada dinding pipa, pertumbuhan bakteri besi, dan kekeruhan. 5. Fluorida (F) Fluorida dalam jumlah kecil dibutuhkan sebagai pencegahan terhadap penyakit caries gigi yang paling efektif tanpa merusak kesehatan. Konsentrasi yang lebih 1,5 mg/l air dapat menyebabkan “Fluorosis” pada gigi, yaitu terbentuknya noda-noda coklat yang tidak mudah hilang pada gigi.

  33. 6. Cadmium (Cd) Keracunan acut menyebabkan gejala Gastrointestinal, dan ginjal. Secara kronis menyebabkan penyakit “Itai-Itai” dengan gejala sakit pinggang, tulang rapuh, tekanan darah tinggi, kelainan ginjal, gejala sakit influenza dan kemandulan pada laki-laki. 7. Kesadahan (Ca, CO3) Peneyebab langsung terhadap kesehatan tidak ada, tetapi kesadahan dapat menyebabkan sabun menjadi tidak efektif. 8. Chlorida (Cl). Dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan. Apabila berikatan dengan ion natrium dapat menyebabkan rasa asin dan dapat merusak pipa air. 9. Chromium Valensi (Cr). Kemungkinan dapat menyebabkan kanker pada kulit dan alat-alat pernafasan.

  34. 10. Mangan (Mn) Konsentrasi Mn yang lebih besar dari 0,1 mg/l menyebabkan rasa pahit pada minuman dan meninggalkan noda kecoklat-coklatan pada pakaian. Air yang Mn kalau diseduh dengan teh maka air tersebut menjadi kebiru-biruan, keracunan kronis memberi gejala susunan syaraf: Insomnia, kemudian lemah pada kaki dan otot muka seperti beku sehingga tampak seperti topeng (mask), bila terpapar terus maka bicaranya lambat, monoton, terjadi hyper refleksi, clonus pada platella dan tumit, dan berjalan seperti penderita Parkinsonism. 11. Nitrat, Nitrit sebagai N. Gangguan GI, diare dengan darah, convulasi, shock, coma, meninggal. Keracunan khronis menyebabkan depresi yang umum, sakit kepala, gangguan mental, Methemoglobinaema, terutama pada bayi (blue babies). 12. Perak (Ag). Jika termakan akan mengendap pada kulit, mata dan mocus membrane yang menyebabkan hilangnya warna jadi biru abu-abu tanpa reaksi nyata. Percobaan pada tikus menunjukkan kerusakan ginjal.

  35. C. Parameter Mikrobiologi 1. Koliform Tinja Air yang mengamdung koliform tinja. Tinja penderita sangat potensial menularkan penyakit yang berhubungan dengan air. 2. Total Koliform Bila air minum mengandung koliform dapat mengakibatkan penyakit-penyakit saluran pencernaan. Perlu diingat kuman ini tidak sepenuhnya patogen. Beberapa tipe dapat menyebabkan disentri pada bayi. Koliform tidak sepenuhnya dapat mewakili virus. Karena koliform musnah lebih dahulu oleh khlor, sedangkan virus, kista amoeba tahan lama dalam saluran air bersih, demikian pula telur-telur cacing.

More Related