470 likes | 484 Views
TEKNIS PELAKSANAAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH TA 2019 Melalui Aplikasi SENGGUH. Oleh : Bappeda DIY Yogyakarta, 13 Desember 2018 Sosialisasi & Bimtek Pengendalian Pelaksanaan Program/ Kegiatan TA 2019.
E N D
TEKNIS PELAKSANAAN PENGENDALIAN PEMBANGUNAN DAERAH TA 2019 MelaluiAplikasi SENGGUH Oleh : Bappeda DIY Yogyakarta, 13 Desember 2018 Sosialisasi & BimtekPengendalianPelaksanaan Program/Kegiatan TA 2019
KomitmenPemerintah Daerah untuksemakinkualitatifdalampengendalianpembangunandaerah • Dilakukanuntuk TA 2019 • PengendalianmelaluiAplikasi SENGGUH • Adanyahalbarudalampenilaian PKKI yang perludiinputlebihawal; yakni : (1) LOGFRAME, (2) KAK Kegiatan, (3) ROPK Kegiatan, (4) Inovasi/Kebaruan • Input dimulaipadaakhir 2018
APA YANG HARUS DILAKUKAN OPD TERKAIT PELAKSANAAN 2019 PADA ‘SENGGUH’
JADWAL PENGISIAN / UP-DATING APLIKASI SENGGUH • Penilaian instrument pengendalianberkualitasakanberlakusejakTriwulan 1 Tahun 2019 (untukpelaksanaan APBD 2019) danseterusnya • Sekretaris OPDmemilikikompetensimengonsolidasikanpengisianLogframe, KAK, ROPK danInovasike SENGGUH
ANTARA KELEMBAGAAN LAMA & BARU • BASIS INPUT ADALAH LEMBAGA BARU • HINGGA DESEMBER 2018, SKEMA KELEMBAGAAN LAMA BERWENANG MEMBERIKAN INPUT SKEMA PENGENDALIAN UNTUK 2019 BERDASAR RENSTRA & RPJMD • Contoh :
PKKI berbasis pada Empat Pilar BSC KONSEP PKKI UNTUK TAHUN 2019 TW 1 – TW 2 – TW 3 The Customer Perspective KETERCAPAIAN SASARAN KINERJA KONSISTENSI KINERJA FISIK (ROPK) FAKTOR PENYEBAB INKONSISTENSI Internal Process Perspective PELAKSANAAN KEGIATAN DOKUMENTASI PELAKSANAAN PKKI OPD KONSISTENSI KINERJA KEUANGAN PENGELOLAAN KEUANGAN The Financial Perspective PERSPEKTIF KEUANGAN FAKTOR PENYEBAB INKONSISTENSI EFFISIENSI ADA TIDAKNYA EFISIENSI DARI PELAKS. ANGGARAN KEGIATAN The Learning & Growth Perspective LOG FRAME KUALITAS PERENCANAAN & INOVASI YANG DILAKUKAN KUALITAS KAK KUALITAS ROPK INOVASI DAN KEBARUAN
TAHAPAN INPUT DALAM PERSPEKTIF PENILAIAN PKKI TW 4 TW 1, TW 2, TW 3
BOBOT MASING-MASING KOMPONEN DALAM PKKI KETERCAPAIAN SASARAN KINERJA KINERJA FISIK (60%) KINERJA FISIK (60%) KINERJA FISIK (60%) 60 % KINERJA KAPASITAS ORGANISASI (15%) KINERJA KAPASITAS ORGANISASI (15%) KINERJA KAPASITAS ORGANISASI (15%) KINERJA FISIK 40 % KINERJA KEUANGAN (25%) KINERJA KEUANGAN (25%) KINERJA KEUANGAN (25%) KINERJA KAP. ORGANISASI KINERJA KEUANGAN TW 3 TW 1 TW 2 TW 4
PEMBERIAN SKOR UNTUK KOMPONEN YANG BARU PADA PENILAIAN PKKI 2018 OTOMATIS By System DinilaiolehPenyusunRaportsebagaimanaHasil Desk Triwulanan
OTOMATIS By System DinilaiolehPenyusunRaportsebagaimanaHasil Desk Triwulanan
MENGAPA LOG FRAME PENTING • DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI KETERSAMBUNGAN / KETERKAITAN KEGIATAN DENGAN PENCAPAIAN SASARAN PROGRAM (OUTCAME), TERMASUK KONTRIBUSI KEGIATAN TERHADAP SASARAN PEROGRAM • DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI KETERKAITAN ANTAR KEGIATAN DALAM MENDUKUNG CAPAIAN PROGRAM • DIGUNAKAN UNTUK MENGETAHUI PERAN FAKTOR EKSTERNAL DARI INPUT-OUTPUT-OUTCAME-IMPACT, SEBAGAI FAKTOR PENDORONG KEBERHASILAN MAUPUN KEGAGALAN
KAIDAH DASAR LOG FRAME : • MerupakanLOGICAL FRAME WORK atauProject Design Matrix yang menjelaskanmatrix 4x4 denganmemuathirarkhitujuanproyeksecaravertikaldanalatverifikasipencapaiantujuanbesertaasumsipentinguntukpencapaiansetiap level tujuanproyeksecara horizontal. • Disusunsaat proses PERENCANAAN, terutamapascaanalisamasalahdanpemilihan program • Berbasispada Level PROGRAM • Mengapadiperlukan : Desain program yang baikdanstep by step Deskripsi program yang objektif Program yang dapatdievaluasi Ketidakpastiandibuateksplisit Penyajianinformasi yang komprehensifsecarasingkat PETUNJUK UMUM INPUT : • Ada dalam Menu LOGFRAME padaAplikasi SENGGUH • LOGFRAME hanyadibuatterhadap Program diluar 01-06. Program dengankegiatan 01-06 TIDAK WAJIB membuat LOGFRAME
MerupakanAlatVerifikasiatausumber data yang menunjukkancapaianindikatorSasaranEselon II yang diperolehdari sumber resmi KAIDAH PENGISIAN 1 : MerupakanSasaran SKPD atauSasaranEselon II, yang bersumberdari RPJMD 2017-2022 untuktahun 2018 MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadappencapaiansasaranImpact (Eselon II) MerupakanAlatUkurpencapaiansasaran SKPD, yakniindikator yang digunakanuntuk mengukur capaianSasaranEselon II MerupakanSasaran Program atauSasaranEselon III, yang bersumberdari RPJMD 2017-2022 untuktahun 2018 MerupakanAlatUkurpencapaiansasaran SKPD, yakniindikator yang digunakanuntukmengukur capaian SasaranEselon III MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadappencapaiansasaranoutcome (Eselon III) MerupakanAlatVerifikasiatausumber data yang menunjukkan data capaianindikatorSasaranEselon III yang diperolehdari sumber resmi
MerupakanAlatVerifikasiatausumber data yang menunjukkan data capaian OUTPUT tersebutdirilisdarimana KAIDAH PENGISIAN 2 : Merupakan SERANGKAIAN OUTPUT dariKegiatanTerpilih yang direncanakanuntukmendukungcapaianOutcamescrefektif MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadappencapaian OUTPUT Merupakankuantitasdari OUTPUT KegiatanTerpilih Merupakan INPUT SerangkaianAktifitas/Kegiatan yang mendukungCapaian Program, baik yang dibiayaioleh APBD/APBN/CSR/Masyarakat MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadap INPUT serangkaiankegiatan/aktifitas Merupakan INPUT atasdukunganaktifitas/kegiatan yang berupa : sumberanggaran, alokasianggaran, dukungan SDM, dankuantitasperalatan yang mendukung MerupakanAlatVerifikasiatausumber data yang menunjukkan data INPUT kegiatanitudiperolehdarimana
CONTOH (dim: unt kegiatan yg lintas bidang dan lintas OPD sperti apa?) • Program terpilih : PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN • Secarateknis, program tersebutbisaberhasilapabilaterdapatserangkaianaktifitas/kegiatansebagaiberikut : Sumber : APBD Sumber : APBD Perlindungan & Penanganan OPT PengelolaanSumberdaya Air Budidaya Tan. Pangan • Benihunggul • Pupuk PeningkatanProduksi Tan. Pangan Sumber : APBD PromosidanPemasaranHasilPertanian PerlindunganLahanPertanianBerkelanjutan PengembanganPenyuluhan PenangananPanendanPascapanen Revitalisasi SDM Pertanian
1. Tergantung ketercapaian setiap sub sektor pertanian • Total lahan tidak berkurang • Kebijakan alih fungsi lahan • Pencabutan subsidi Ketersediaan pupuk dan perstisida bersertifikat di 5 kab/kota sejumlah.....ton (RDKK) Peningkatan produksi ubikayu dari ..ton menjadi ...ton Peningkatan produksi garut dari ..ton menjadi ...ton Peningkatan panjang jalan usaha tani dari ..km menjadi ..km • Tidak terpenuhinya kuota pupuk sesuai RDKK • ...... • .... • ... Terpenuhinya kebutuhan pasokan air bagi 15 kelompok/setara ,,, Ha Jumlah pengunjung...... Jumlah transaksi ......rupiah/event CONTOH LOG-FRAME
MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadappencapaiansasaranImpact (Eselon II) capaian indikator Sasaran Eselon II yang diperoleh dari sumber resmi Indikator yang digunakanuntuk mengukur capaianSasaranEselon II SASARAN ESELON II; diambil dari sasaran OPD di RPJMD
MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadappencapaiansasaranOutcame (Eselon III) capaian indikator Sasaran Eselon III yang diperoleh dari sumber resmi Indikator yang digunakanuntuk mengukur capaianSasaranEselon III SASARAN ESELON III / PROGRAM
capaian indikator Sasaran Eselon IV yang diperoleh dari sumber resmi Kuantitas Output Kegiatan dan Output MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadappencapaiansasaran Output (Eselon IV)
KEGIATAN (INPUT MANUAL), DIBIAYAI APBD DIY INPUT KEGIATAN (INPUT MANUAL), DIBIAYAI APBD DIY KEGIATAN (INPUT MANUAL), DIBIAYAI NON-APBD DIY Sumber data INPUT yang diperoleh dari sumber resmi MerupakanFaktor EKSTERNAL yang berpengaruhlangsungterhadap INPUT Kegiatan INPUT KEGIATAN (INPUT MANUAL), DIBIAYAI NON-APBD DIY
CATATAN UNTUK INPUT ASUMSI EKSTERNAL • ASUMSI EKSTERNAL MERUPAKAN ASUMSI KETERCAPAIAN IMPACT, OUTCAME, OUTPUT/INPUT YANG DIPENGARUHI OLEH EKSTERNAL DARI OPD • ASUMSI IMPACT (ESELON II/SASARAN OPD) HARUS BERISIKAN HAL-HAL YANG BERSIFAT MAKRO DARIPADA ASUMSI PADA LEVEL OUTCAME (ESELON III/PROGRAM). ASUMSI PADA LEVEL OUTCAME HARUS BERSIFAT LEBIH MAKRO DARIPADA ASUMSI PADA LEVEL OUTPUT. ADAPUN ASUMSI PADA LEVEL INPUT (APBD/NON APBD) ADALAH FAKTOR2 YANG MEMPENGARUHI TERHADAP DUKUNGAN INPUT • ASUMSI EKSTERNAL (PADA SEMUA LEVEL) BISA BERUPA KALIMAT YANG POSITIF • ASUMSI ESELON II (IMPACT) DIUPAYAKAN SAMA ISIANNYA TERHADAP INDIKATOR YANG SAMA MESKIPUN PROGRAM YANG BERBEDA (TETAPI MENDUKUNG SASARAN ESELON II YANG SAMA) LINK
CATATAN INPUT KEGIATAN NON-APBD • KEGIATAN NON APBD MERUPAKAN KEGIATAN YANG BERSUMBER DARI NON-APBD PEMDA DIY (BISA BERSUMBER DARI : APBN, APBD KAB/KOTA, SWASTA, BUMN, ATAU MASYARAKAT ATAU DONOR ASING) • ISIAN DANA, SDM, PERALATAN TERHADAP KEGIATAN NON-APBD TIDAK HARUS LENGKAP • YANG PERLU DIISI ADALAH : NOMENKLATUR KEGIATAN, SUMBER PEMBIAYAAN, SUMBER DATA, DAN ASUMSI EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHINYA • ISIAN TERHADAP MENU “KEGIATAN NON-APBD” AKAN MENINGKATKAN KUALITAS PENILAIAN TERHADAP LOGFRAME PROGRAM DALAM PKKI
MENGAPA KAK PENTING • ADANYA FENOMENA KEGIATAN DISUSUN TANPA ADANYA KAK, BERDAMPAK TERHADAP OUTPUT YANG DIHASILKAN.., BIASANYA MEMILIKI KETERKAITAN YANG KURANG OPTIMAL TERHADAP CAPAIAN PROGRAM DAN TOLAK UKUR KEGIATAN BELUM MAMPU MENJAWAB LATAR BELAKANG KEGIATAN • KAK MENJADI DASAR MENGAPA KEGIATAN ITU PENTING DILAKUKAN • KAK MENJADI PIJAKAN SELANJUTNYA DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
KAIDAH DASAR KAK : • KerangkaAcuanKerja (KAK) merupakanAcuanPelaksanaanKegiatan yang menjelaskanrasionalitaskegiatanmaupunposisikegiatandalamdesaindukunganuntukmendukungsuatu program dalamrangkamemecahkanakarpermasalahansecaralogis • Disusunsaatawalproses PERENCANAAN, terutamapadaaspekmengapakegiataninipentingdijalankandan output apa yang dihasilkan • Berbasispada Level KEGIATAN • Menjadidasardalampenyusunan ROPK PETUNJUK UMUM INPUT : • Ada dalam Menu KAK padaAplikasi SENGGUH • KAK hanyadibuatterhadapKegiatandiluar 01-06. Kegiatan 01-06 TIDAK WAJIB membuat KAK
CONTOH KAK : • DINAS KOPERASI & UMKM • Program Pengembangan UKM • Kegiatan : PELATIHAN KELEMBAGAAN & USAHA UKM LINK
Gambaran Umum ROPK • DESAIN ROPK – Berbasis Output atau Keluaran - (Tahapan/Aktifitas Fisik bukan Belanja, bukan pada prosesnya tapi produk /hasil dari proses tersebut) ASPEK KUALITAS : tahapan/aktifitas tidak kalimat rapat/FGD tapi substansi/hasil dari Rapat/FGD tersebut OUTPUT TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 Sub Output Sub Output Sub Output Sub Output Sub Output Aktifitas Sub Output Aktifitas Aktifitas Aktifitas Aktifitas PROSES PROSES PROSES PROSES PROSES PROSES Input Input Input Input Input Input • RentangKendaliPelaksanaanKegiatanuntukSatuan Output/Keluaran PERSIAPAN ( < 15 % ) PELAKSANAAN ( > 80 % ) PELAPORAN ( < 5 % )
MENGAPA ROPK PENTING • ROPK MENJADI DASAR DALAM PEMANTAUAN PROGRES PELAKSANAAN SUATU KEGIATAN • ROPK MENJADI DASAR DALAM PROSES PERJALANAN PENCAPAIAN OUTPUT DALAM RENTANG SATU TAHUN ANGGARAN • ROPK YANG BAIK, MENUNJUKKAN PROSES PENCAPAIAN OUTPUT MELALUI RENTANG WAKTU YANG TEPAT DAN TERUKUR • ROPK BISA DIJADIKAN PATOKAN DALAM MEMANTAU KETEPATAN CAPAIAN FISIK DAN KEDISIPLINAN REALISASI KEUANGAN SERTA MENGURANGI KESAN ADANYA UPAYA EKSPLOITASI ANGGARAN
RencanaOperasionalPelaksanaanKegiatan yang selanjutnyadisingkat ROPK adalahpenjabaranlebihlanjuttentangrencanapelaksanaankegiatan yang dibagimenuruttahapanpelaksanaannyadanmenunjukkan target perkembangancapaianfisikdankeuangantiaptahapannya ROPK Fisik ROPK Fisik skor skor CONTOH SALAH CONTOH BENAR ROPK Keuangan ROPK Keuangan • ROPK Fisik> ROPK Keuangan • Gap ROPK Fisik & keuangantidakterlalubesar Mei Mei Mar Mar Agst Agst Jan Jan Jun Jun Des Des ROPK wajib menggambarkan rencana operasional melalui tahapan-tahapan yang rinci dan sistematis yang akan dilakukan untukmenghasilkan output kegiatan. ROPK dibuat dengan berbasis pada Output. (Keluaran barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan ROPK wajib meliputi tiga komponen penting. yaitu persiapan. pelaksanaan. dan pelaporan ROPK mempedoamni pada ASB (SBU/SBK) ROPK wajib konsisten dengan Aliran Kas
Persiapan Pencermatan dan pemahaman terhadap DPA Tidak diperkenankanmemasukkan sub komponen ATK (AlatTulisKantor) dan Perjalanan Dinas Penyusunan dan atau Pencermatan TOR (diskusi dengan pihak terkait) Koordinasi inventarisasidan analisapermasalahan Penyusunan instrumen
Merupakan tahapan sekumpulan sub-output (tujuan atau hasil dari suatu aktifitas) untuk mewujudkan output. • Jika pada tahapan pelaksanaan kegaiatan dalam ROPK tidak ditulis secara rinci maka akan mengurangi penilaian dalam PKKI. • Dalam pelaksanaan kegiatan. tidak terdapat tahapan persiapan kegiatan. melainkan jika diperlukan persiapan. maka di tulis sebagai tahapan koordinasi pelaksanaan kegiatan. • Jika dalam satu program terdapat beberapa output. maka tahapan pelaksanaan di rinci untuk setiap outputnya. 2. PELAKSANAAN KEGIATAN
Dalam pelaksanaan kegiatan. tidak terdapat tahapan persiapan kegiatan. melainkan jika diperlukan persiapan. maka di tulis sebagai tahapan koordinasi pelaksanaan kegiatan. • Jika dalam satu program terdapat beberapa output. maka tahapan pelaksanaan di rinci untuk setiap outputnya.
Serangkaian kegiatan (sub output) yang sistematis dalam rangka mendapatkan informasi tentang pencapaian hasil dengan cara membandingkan input. aktivitas. output. outcome dan impact yang direncanakan dengan yang dilaksanakan. meliputi : • Dokumen pelaporan kegiatan melalui Rapat Koordinasi ; yang didalamnya memuat strategi teknis penggunaan/pemanfaatan output kegiatan (Executive summary). khususnya untuk program kajian dan kebijakan. pelaporan dan program yang sejenis 3. PELAPORAN
CONTOH BENAR ROPK FISIK : Sub output : Sub output : Sub output : PERSIAPAN Bobot 15 % PELAKSANAAN Bobot 80 % PELAPORAN Bobot 5 % OUTPUT (100%) Pemanfaatan Pekarangan untuk komoditas pangan alternatif di tiga lokasi • Tersusunnya laporan pelaksanaan dan lap evaluasi • Tersusunnya tim koordinasi pemanfaatan pekarangan (melalui rapat internal) • Tersusunnya KAK pengadaan saprodi • Terwujudnya pemetaan lokasi calon penerima manfaat (melalui koordinasi perjalanan dalam daerah) • Pemahaman anggota tim lintas sektoral terhadap strategi pemanfaatan pekarangan (melalui rapat kerja tim) • Tersampaikannya rencana pemanfaatan pekarangan wilayah dan permohonan narasumber ke laur daerah (melalui koordinasi perjalanan dinas luar daerah) • Pemahaman pentinya pemanfaatan pekarangan dengan pangan alternatif di tiga lokasi (melalui sosialisasi) • Terselenggarakannya pengadaan saprodi (pembelian langsung) • Tersampaikannya saprodi kepada kelompok masyarakat (melalui pemberian hibah saprodi) CONTOH ROPK FISIK
CONTOH ROPK FISIK Judul : Pembangunan Puskesmas Sub output : Sub output : Sub output : PERSIAPAN Bobot 10 % PELAPORAN Bobot 5 % PELAKSANAAN Bobot 85 % OUTPUT (100%) Terbangunnya Puskesmas di Kecamatan Ponjong • Tersusunnya laporan pelaksanaan dan lap evaluasi • Tersusunnya Tim Pembangunan Puskesmas • Tersusunnya Dokumen Pengadaan • Penyerahan Dokumen Pengadaan PembangunanPuskesmas ke ULP • Tersusunnya Dokumen Perencanaan DED Pembangunan Puskesmas • Terselenggarakannya Lelang PBJ Pembangunan Puskesmas di ULP • Pemahaman Rencana Pembangunan Puskesmas antara Pihak Perencana, Pelaksana, dan Pengawas dengan PPK • Pembangunan / Pekerjaan Konstruksi Puskesmas
CONTOH ROPK NON-FISIK Judul : Pemanfaatan Pekarangan untuk Komoditas Pangan Sub output : Sub output : Sub output : PERSIAPAN Bobot 15 % PELAPORAN Bobot 5 % PELAKSANAAN Bobot 80 % OUTPUT (100%) Pemanfaatan Pekarangan untuk komoditas pangan alternatif di tiga lokasi • Tersusunnya laporan pelaksanaan dan lap evaluasi • Tersusunnya Tim koordinasi pemanfaatan pekarangan (melalui rapat internal) • Tersusunnya KAK pengadaan saprodi • Terwujudnya pemetaan lokasi calon penerima manfaat (melalui koordinasi perjalanan dalam daerah) • Pemahaman anggota tim lintas sektoral terhadap strategi pemanfaatan pekarangan (melalui rapat kerja tim) • Tersampaikannya rencana pemanfaatan pekarangan wilayah dan permohonan narasumber ke lUAr daerah (melalui koordinasi perjalanan dinas luar daerah) • Pemahaman pentingya pemanfaatan pekarangan dengan pangan alternatif dengan kelompok masyarakat di tiga lokasi (melalui sosialisasi) • Terselenggarakannya pengadaan saprodi/bibit-pupuk-polibag (pembelian langsung) • Tersampaikannya saprodi kepada kelompok masyarakat (melalui pemberian hibah saprodi)
CATATAN UNTUK ROPK 2019 • SUSUN ROPK FISIK SECARA RINCI • KOMPONEN ROPK FISIK ADALAH BERUPA RINCIAN SUB-OUTPUT YANG AKAN DIHASILKAN (MELALUI AKTIFITAS) UNTUK MENGHASILKAN OUTPUT • BANDINGKAN PROPORSI ANTARA ROPK FISIK DAN ROPK KEUANGAN. ROPK KEUANGAN TIDAK BOLEH MELEBIHI ROPK FISIK PADA PERIODE YANG SAMA
MENGAPA INOVASI PENTING • INOVASI PENTING DALAM MENGETAHUI ADANYA TEROBOSAN DALAM MELAKSANAKAN SUATU KEGIATAN • INOVASI MENJADI NILAI TAMBAH TERHADAP PENILAIAN PELAKSANAAN KEGIATAN AGAR PELAKSANAANNYA DAPAT DILAKUKAN SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN • INOVASI MENJADI SALAH SATU FAKTOR PENTING UNTUK MEMACU PERUBAHAN DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN SECARA LEBIH OPTIMAL DAN MENGEDEPANKAN ASPEK PELAYANAN PUBLIK
INOVASI PELAYANAN INOVASI PROSES Inovasiberdampakpadapelayanan yang lebihbaik (ex : e-POSTI, Adanyaperubahandalamcaramengelolalayananpublik (ex : kontrakpelayanan, kotakaduan) TIPE INOVASI INOVASI KONSEPTUAL INOVASI SISTEM Perubahankonsepdanmidset (ex : konsep ASN sebagaipelayan, konsep ASN sebagaiagenperubahan, konsep ASN sbg tunas integritas) Perubahandalamsistem (ex : e-gov, e-planning, ..)
BAGAIMANA ‘INOVASI-KEBARUAN’ DIBANGUN : ApakahadaInovasi ADA TIDAK
LALU, APA YANG HARUS DILAKUKAN : SEGERA SUSUN KERANGKA KERJA LOGIS (LOG FRAME) BERBASIS PROGRAM TANGGUNG JAWAB ESELON III SEGERA SUSUN KAK KEGIATAN (basis kegiatan output) YANG ADA KE DALAM APLIKASI SENGGUH TANGGUNG JAWAB ESELON IV SEGERA SUSUN RANCANGAN ROPK TANGGUNG JAWAB ESELON IV BASIS KEGIATAN PASTIKAN KEMBALI APAKAH ADA INOVASI DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN BILA ADA LAPORKAN DALAM SENGGUH (TANGGUNG JAWAB ESELON IV) PASTIKAN OUTPUT YANG DIHASILKAN BERKUALITAS !!