140 likes | 477 Views
NERACA EKONOMI & SDA TERPADU. SUBDIT NERACA BARANG. PENDAHULUAN. Neraca ekonomi yang disusun dan disajikan dalam bentuk neraca fisik dan moneter memberikan gambaran pemanfaatan berbagai bahan baku alam seperti hasil hutan dan mineral guna memenuhi kebutuhan ekonomi
E N D
NERACA EKONOMI & SDA TERPADU SUBDIT NERACA BARANG
PENDAHULUAN • Neraca ekonomi yang disusun dan disajikan dalam bentuk neraca fisik dan moneter memberikan gambaran pemanfaatan berbagai bahan baku alam seperti hasil hutan dan mineral guna memenuhi kebutuhan ekonomi • Penyusunan neraca nasional dengan mempertimbangkan penyusutan (deplesi) SDA & kerusakan lingkungan (degradasi) ini akan menghasilkan estimasi PDB Hijau (Environmentally Adjusted Domestic Product)
PENYUSUNAN NERACA TERPADU • Kelemahan: Pada studi pengembangan neraca nasional yang memasukkan unsur lingkungan, penghitungan baru dapat dilakukan sampai dengan PDN1, yaitu PDN dikurangi deplesi SDA • SDA Hutan & mineral (minyak bumi, gas bumi, batubara, bauksit, timah, emas, perak & nikel)
TAHAPAN PENYUSUNAN NERACA TERPADU • Tabel Penyediaan & Penggunaan Produksi
TAHAPAN PENYUSUNAN NERACA TERPADU • P + M = Ci + C + I + E P = Produksi M = Impor Ci =Produksi yang digunakan sebagai biaya antara C = konsumsi akhir I = Pembentukan modal bruto E = Ekspor • Y = P – Ci (Produk Domestik/Nilai tambah = Produksi – biaya antara) Dari persamaan (1) & (2) diperoleh: • Y = C + I + (E-M) C = RT + Gov I = PMTB + perubahan stok
TAHAPAN PENYUSUNAN NERACA TERPADU B. Total Penyediaan/Penggunaan & Stok Kapital Perluasan dari tabel penyediaan/penggunaan produksi, yaitu pada baris ditambah dengan rincian: stok awal, penyusutan, PDN, Revaluasi & stok akhir
TAHAPAN PENYUSUNAN NERACA TERPADU C. Neraca Terpadu • Dalam neraca terpadu konsep pembentukan modal diperluas menjadi akumulasi modal yang mempertimbangkan juga kapital yg diproduksi oleh alam • Dalam penyajiannya, tabel penyediaan / penggunaan dan stok kapital ditambah dengan kolom kapital yang diproduksi alam & kolom kapital lingkungan yang tidak diproduksi. Pada baris juga ditambah dengan rincian deplesi, PDN1 & penambahan/penemuan
TAHAPAN PENYUSUNAN NERACA TERPADU C. Neraca Terpadu • Dalam studi ini cadangan mineral & hutan diperlakukan sebagai kapital buatan alam, karenanya perlu dihitung biaya penggunaan/pengurangan kapital alam deplesi • Nilai deplesi u/ SD Mineral Nilai pengambilannya • Nilai deplesi u/ SD Hutan Penebangan & kerusakannya
TAHAPAN PENYUSUNAN NERACA TERPADU C. Neraca Terpadu PDN1 = PDN – deplesi atau dari sudut penggunaan : PDN1 = C + (X-M) + Kapital buatan (manusia & alam) neto – kapital lingkungan PDN = (X-M) + C + (Ig-CFC) = Ekspor neto + final consumption + Investasi neto
PEMBAHASAN HASIL STUDI Tabel PDN dan PDN 1 Menurut Penggunaan Tahun 2008 Akumulasi kapital neto merupakan komponen penggunaan PDN yang menyerap nilai sebesar 1,213,599 miliar rupiah (25,79 persen dari total PDN).
PEMBAHASAN HASIL STUDI • Jika nilai deplesi diperhitungkan, maka nilai akumulasi kapital neto mengalami penurunan yang sangat tajam yaitu hanya sebesar 977,351 miliar rupiah (21,86 persen dari total PDN1). Hal tersebut berarti terjadi penurunan akumulasi kapital neto sebesar 3,9 persen. • Berkurangnya nilai akumulasi kapital neto tersebut disebabkan oleh susutnya nilai aset manusia dan nilai aset alam yang bersifat ekonomis.
Tabel Perbandingan PDB, PDN dan PDN1, Tahun 2004-2008 (Miliar Rp)
Rasio PDN terhadap PDB persentase penyusutan (depresiasi) pada masing-masing tahun, dimana persentase penyusutan masing2 tahun adalah sama sebesar 95 persen per tahunnya. • Rasio PDN1 terhadap PDB Pola penipisan SDA, penurunan rasio PDN1 terhadap PDB di tahun 2005 dan 2008 menunjukkan bahwa deplesi (penipisan) sumber daya alam menunjukkan kecenderungan semakin meningkat di tahun 2005 dan 2008