100 likes | 575 Views
EKONOMI MONETER I. TEORI PERMINTAAN UANG. Teori Permintaan Uang dalam Islam.
E N D
EKONOMI MONETER I TEORI PERMINTAAN UANG
Teori Permintaan Uang dalam Islam • Dalam Islam hanya dikenal dua motif permintaan akan uang, yaitu motif transaksi dan motif berjaga-jaga. Karena Islam melarang tindakan spekulasi, instrumen moneter tidak menggunakan variabel yang mengarah kepada motif spekulasi
Permintaan Uang Mazhab Iqtishaduna • Permintaanuangditujukanhanyauntukmemenuhiduatujuanpokok, yaituuntuktransaksiatauberjaga-jaga • Secaramatematis, dapatdiformulasiukansebagaiberikut: Md = Mdtrans + MdPrec
Permintaan Uang Mazhab Iqtishaduna • Permintaanuanguntuktransaksimerupakanfungsitingkatpendapatanseseorang • Semakintinggitingkatpendapatan, permintaanuanguntukmemfasilitasitransaksibarangdanjasajugameningkat Md trans = f (Y) Md prec = f(Y, Pt/Po) Dimana: Y = Pendapatan Pt = HargaKredit Po = HargaTunai
Permintaan Uang Mazhab Iqtishaduna KurvaPermintaanUangMazhabIqtishaduna
Permintaan Uang Mazhab Mainstream • Strategiutamamazhab mainstream adalahpengenaanpajakterhadapasetproduktif yang menganggurdengantujuanmengalokasikansumberdanapadakegiatanusahaproduktif • Kebijakaniniberdampakpadapolapermintaanakanuanguntuk motif berjaga-jaga. Semakintinggipajak yang dikenakanterhadapasetproduktif yang dianggurkan, permintaanterhadapasetiniakanberkurang
Permintaan Uang Mazhab Mainstream • Secaramatematisdapatdirumuskansebagaiberikut: Md = Md trans + Md prec Md trans = f (Y) Md prec & inv = f(Y, ) • Aset yang menganggur diwakili oleh nilai . Semakin tinggi nilai , semakin kecil permintaan uang untuk motif berjag-jaga karena biaya resiko untuk membayar pajak terhadap uang tunai tersebut menjadi naik • Secara alamiah, dalam kondisi seperti ini orang akan berusaha memperkecil jumlah pajak kepada pemerintah dengan mengurangi kekayaan yang menganggur.
Permintaan Uang Mazhab Alternatif • Keberadaan uang pada hakekatnya adalah representatif volume transaksi yang ada dalam sektor riil”. Teori ini kemudian mernjembatani pertumbuhan uang di sektor moneter dan pertumbuhan nilai tambah uang di sektor riil • Islam menganggap bahwa perubahan nilai tambah uang tidak dapat didasarkan semata-mata pada perubahan waktu, melainkan melalui pemanfaatan uang tersebut secara ekonomis. Artinya, nilai uang tidak harus selalu bertambah seiring dengan pertambahan waktu, tetapi pertambahan nilai itu tergantung pada usaha yang dilakukan