690 likes | 1.03k Views
MATERI PELAJARAN FISIKA. SMK MUH. 4 Surakarta. DISUSUN OLEH : Mohammad Dawam , AMd . NIP. 131767868 Jl. Hasanudin 25 Purwosari Surakarta 08 812861014. KLIK. MODUL VII. IMPULS DAN MOMENTUM. INDIKATOR. Mendifinisikan impuls Mendifinisikan momentum
E N D
MATERI PELAJARAN FISIKA SMK MUH. 4 Surakarta DISUSUN OLEH : Mohammad Dawam, AMd. NIP. 131767868 Jl. Hasanudin 25 Purwosari Surakarta 08812861014 KLIK
MODUL VII IMPULSDAN MOMENTUM
INDIKATOR • Mendifinisikan impuls • Mendifinisikan momentum • Menuliskan rumus hubungan anatara impuls dan momentum • Mendifinisikan hukum kekekalan momentum. • Menuliskan hukum kekekalan momentum • Menjelaskan tumbukan lenting sempurna
INDIKATOR • Menjelaskan tumbukan lenting sebagian • Menjelaskan tumbukan tidak lenting sama sekali • Mendifinisikan koefisien restitusi • Menuliskan rumus koefisien restitusi tiap-tiap jenis tumbukan • Menerapkan rumus-rumus impuls, momentum, dan tumnukan untuk menyelesaikan hitungan fisika dan kejadian sehari-hari yang terkait.
Tahukah anda kenapa pesawat jet dapat melaju dengan cepat di udara walau tanpa baling-baling ......?!
Pesawat Jet dapat melaju ke depan karena adanya momentum antara pesawat dengan gas yang memancar dari mesin jet.
IMPULS DAN MOMENTUM • Besaran yang terkait pada Impuls dan Momentum: • Gaya • Massa • Percepatan • Kecepatan • Waktu
Masih ingatkah rumus dan satuan besaran ini??? F = m.a ……(N) m =………... (Kg) a = ∆v/∆t ....(ms-2) V = ∆S/∆t ...(ms-1) ∆t = ……..…..(s) • Gaya • Massa • Percepatan • Kecepatan • Selang Waktu OK
IMPULS Impuls (I) adalah perkalian antara gaya (F) dengan waktu selama (∆t) gaya bekerja pada benda tersebut. I = F.∆t F = Gaya (N) ∆t = Selang waktu (s) I = Impuls (N.s)
Perhatikan ! kaki menyentuh bola selama ∆t
Perhatikan ! kaki menyentuh bola selama ∆t I = F.∆t
m v V m MASSA m BERGERAK DENGAN KECEPATAN v
Besaran yang diperoleh dari perkalian antara massa (m) dengan kecepatan (V) disebut : MOMENTUM m V P = m.V P = m.V
Hubungan antara Impuls dan Momentum ∆ P I=F.∆t F.∆t = P=m.V m.V m.V1 m.V2 - =
m m.V1 m.V2 m F.∆t - V1 V2 = F.∆t ( ) - =
m m.V1 m.V2 m F.∆t - V2 = m F.∆t F ( ) - = V1 V2 m ( ) - V2 V1 ∆t =
Contoh : Sebuah bola sepak massa 500 gr. mula-mula diam ditendang dengan kaki sehingga meloncat dengan kecepatan 25 m/s. Jika kaki menempel pada bola selama 0,02 sekon, berapa besar gaya yang diberikan kaki pada bola ?
Pembahasan Diketahui : mb = 500 gr. = 0,5 kg. Vb = 0 m/s Vb!= 25 m/s ∆t =0,02 s Ditanya : F ? Jawab. F. ∆t = mb(Vb! – Vb)
HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM Jumlah Momentum pada suatu Sistem tertentu yang tidak dipengaruhi gaya-gaya dari luar adalah selalu tetap ΣP = Tetap ΣP = ΣP! Σm.v = Σm.v! m1.v1+m2.v2= m1.v1! +m2.v2 !
Apa bila massa truck 2 ton , massa orang di atas box 50 kg, dan truck melaju dengan kecepatan 36 km/jam, maka orang akan terpelanting dengan kecepatan ? Diketahui : m truck= 2 ton = 2000kg morg = 50kg vorg =vtruck= 36 km/jam = 10 m/s vtruck! = 0 vbatu = 0 Ditanya : vorg!= ?
Jawab : m1.v1+m2.v2= m1.v1! +m2.v2 ! 2000.10+50.10 = 2000.0+50.v2 ! 20500 = 0+50.v2 ! 20500 = 50.v2 !
Jawab : m1.v1+m2.v2= m1.v1! +m2.v2 ! 2000.10+50.10 = 2000.0+50.v2 ! 20500 = 0+50.v2 ! v2 ! 20500 = 50.v2 ! 20500 = 50 v2 ! 410 m/s =
Jika massa prahu 100 kg, massa orang 50 kg, kecepatan perahu 15 m/s dan kecepatan orang melompat 5m/s, maka kecepatan perahu setelah orang meloncat adalah ..... Diketahui : mp = 100 kg mo = 50 kg Vo = vp = 15m/s vo’ = 5 + 15 = 20 m/s Ditanya : Vp’ = ?
Jawab : m1.v1+m2.v2= m1.v1! +m2.v2 ! 100.15+50.15= 100.V’+ 50.20 2250= 100V’+ 1000
Jawab : m1.v1+m2.v2 = m1.v1! +m2.v2 ! 100.15+50.15 = 100.V’+ 50.20 2250 = 100V’+ 1000 2250 = 100V’ + 1000 - -
Jawab : m1.v1+m2.v2 = m1.v1! +m2.v2 ! 100.15+50.15 = 100.V’+ 50.20 2250 = 100V’+ 1000 2250 - + 1000 = = 100V’ V’ - -100 - 1250 12,5 m/s = OK Coba hitung kecepatan perahu jika orangnya meloncat berlawanan arah dengan gerak perahu !
Contoh-contoh peristiwa berlakunya hukum kekekalan momentum • Tumbukan • Bergeraknya senapan kebelakang waktu peluru meledak • Prinsip pesawat Jet maupun Roket • Dll.
TUMBUKAN Macam-macam Tumbukan ! • Tumbukan lenting sempurna • Tumbukan Lenting sebagian • Tumbukan tidak lenting sama sekali
Tumbukan lenting sempurna Yaitu tumbukan dimana setelah terjadi tumbukan jumlah energi kinetik kedua benda sama dengan sebelum tumbukan. Pada tumbukan jenis ini berlaku rumus dibawah : (V1’ – V2’) – 1 = (V1 – V2)
Tumbukan lenting Sebagian Yaitu tumbukan dimana setelah terjadi tumbukan jumlah energi kinetik kedua benda jauh lebih kecil dengan sebelum tumbukan. Karena adanya energi yang hilang. Hilang karena digunakan untuk merusak bentuk, menggetarkan dirinya, dan lain-lain. Pada tumbukan jenis ini berlaku rumus dibawah : (V1’ – V2’) – e = (V1 – V2)
Tumbukan tidak lenting Sama sekali Yaitu tumbukan dimana setelah terjadi tumbukan kedua benda bergabung menjadi satu dengan kecepatan sama. V1’ = V2’ Pada tumbukan jenis ini berlaku rumus dibawah : (V1’ – V2’) – 0 = (V1 – V2)
Perbandingan selisih kecepatan sesudah tumbukan dengan kecepatan sebelum tumbukan disebut koefisien restitusi = koefisien tumbukan = koefisien kelentingan = koefisien elastisiteit. Untuk tumbukan lenting sempurna e = 1 Untuk tumbukan lenting sebagian 0<e<1 Untuk tumbukan tak lenting sama sekali e = 0
Perhatikan dengan cermat kejadian di bawah ini,Kemudian diskripsikan kejadian tersebut
1 Massa dan kecepatan benda sama Arah gerak berlawanan
1 Massa dan kecepatan benda sama Arah gerak berlawanan Bagaimana arah dan kecepatan kedua benda setelah tumbukan ?
2 Massa benda sama kecepatan benda berbeda Arah gerak berlawanan
2 Massa benda sama kecepatan benda berbeda Arah gerak berlawanan Bagaimana arah dan kecepatan kedua benda setelah tumbukan ?
3 Massa benda sama kecepatan benda berbeda Arah gerak searah
3 Massa benda sama kecepatan benda berbeda Arah gerak searah Bagaimana arah dan kecepatan kedua benda setelah tumbukan ?
4 Massa benda sama Satu bergerak yang lain diam
4 Massa benda sama Satu bergerak yang lain diam Bagaimana arah dan kecepatan kedua benda setelah tumbukan ?
5 Massa benda berbeda kecepatan benda berbeda Arah gerak searah
5 Massa benda berbeda kecepatan benda berbeda Arah gerak searah Bagaimana arah dan kecepatan kedua benda setelah tumbukan ?