230 likes | 924 Views
Aqidah Islam. Oleh: Muhsin Hariyanto. Pengertian Aqidah. Secara Etimologis, berarti keyakinan. Yaitu: keyakinan yang tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian.
E N D
Aqidah Islam Oleh: Muhsin Hariyanto
Pengertian Aqidah • Secara Etimologis, berarti keyakinan. Yaitu: keyakinan yang tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan mengandung perjanjian. • Secara Terminologis, berarti kebenaran aksiomatik yang diterima oleh manusia dengan keyakinan penuh, dan menjadi landasan dalam beramal.
Sumber Aqidah Islam • Al-Quran • As-Sunnah
Fungsi Aqidah • Dasar/Fondasi untuk mendirikan bangunan. Seseorang akan dapat melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, bila aqidahnya kokoh. Semakin kokoh aqidah seseorang, semakin mungkin dia akan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, demikian juga sebaliknya.
Keberagamaan (Religiusitas) • Religiusitas (keberagamaan) adalah: “keterlibatan seseorang dalam agama yang dipeluknya,” yang dapat diukur melalui 5 (lima) dimensi: (1) Pengetahuan (Intellectual Involvement); (2) Keyakinan (Ideological Involvement); (3) Pengalaman (Experiential Involvement); (4) Pengamalan (Ritual Involvement); dan (5) Konsekuensi (Consequential Involvement).
Intellectual Involvement • Keadaan yang menggambarkan sejauhmana seseorang mengetahui ajaran agamanya
Ideological Involvement • Keadaan yang menggambarkan sejauhmana seseorang mempercayai/meyakini ajaran agamanya.
Experiential Involvement • Keadaan yang menggambarkan sejauhmana penghayatan seseorang terhadap ajaran agamanya.
Ritual Involvement • Keadaan yang menggambarkan sejauhmana seseorang melaksanakan kewajiban-kewajiban agamanya.
Consequential Involvement • Keadaan yang menggambarkan sejauhmana perilaku seseorang terkait dengan ajaran agamanya.
Intisari Aqidah Islam • Aqidah disarikan dalam syahâdatain (dua kalimat syahadat) yaitu: "Syahâdatu an lâ ilâha illallâh wa anna Muhammadan Rasûlullâh."
Makna: Lâ Ilâha Illallâh • "Lâ ilâha illallâh" adalah deklarasi untuk membebaskan manusia dari segala bentuk ketundukan dan penghambaan kepada selain Allah.”
Ushûlut-tauhîd (Prinsip-prinsip Ketauhidan) • Pertama, tidak mencari Rabb (Tuhan) kepada selain Allah • Kedua, tidak mencari wali (penolong) selain Allah • Ketiga, tidak mencari hakim selain Allah
Intisari Syahadah Pertama: • kesimpulan makna kalimat yang pertama dari kedua kalimat syahadah, yakni kalimat "Lâ ilâha illallâh" yang konsekuensinya adalah: tidak mencari Rabb selain Allah, tidak menjadikan selain Allah sebagai wali (penolong) dan hakim.
INTISARI SYAHADAH KEDUA: Kalimat "Muhammadan Rasûlullâh" adalah penyempurna dari kalimat "Lâ ilâha illallâh" yang artinya tiada yang berhak disembah selain Allah, sedangkan arti berikutnya adalah, tidak sah untuk menyembah Allah kecuali dengan syari'at dan wahyu yang disampaikan oleh Allah melalui lisan Rasul-Nya (Muhammad s.a.w).
THAGHUT: “segala sesuatu yang disembah selain Allah, yang dengan menyembahnya, kita terperangkap ke dalam sikap dan tindakan syirik.”