430 likes | 670 Views
CACAT PERKEMBANGAN Nur Auliyah Firdaus, S.ST. AUTIS. Pendahuluan . Autis → bahasa Yunani ‘autos’ yang artinya ‘sendiri’) Publikasi pertama tahun 1943 seorang psikologis Leo Kaner 3 pola gejala yaitu: gangguan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi
E N D
CACAT PERKEMBANGAN Nur Auliyah Firdaus, S.ST
Pendahuluan • Autis → bahasa Yunani ‘autos’ yang artinya ‘sendiri’) • Publikasi pertama tahun 1943 seorang psikologis Leo Kaner • 3 pola gejala yaitu: • gangguan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi • gangguan perkembangan sosial reciprocity • keinginan untuk bertindak selalu sama → tindakan repetitif
Epidemiologi • Autism Spectrum Disorders (ASD) • Endemik di negara-negara maju • Prevalensi ASD di Eropa dan Amerika Utara sekitar 6 per 1000 • CDC (2007) : angka kejadian ASD pada anak usia 8 tahun berkisar 1:94 anak di USA • Studi meta-analisis (2006): prevalensi autism berkisar 1 per 10,000 individu di bawah usia 18 tahun • anak laki-laki dibandingkan anak perempuan rasio 3.8:1
Diagnosis • DSM-IV-R • Kriteria diagnosis autism tegak bila • setidaknya memenuhi 6 dari 12 perilaku yang melibatkan 3 domain • setidaknya 2 dari gangguan dari domain interaksi sosial • 1 dari setiap gangguan dalam domain komunikasi dan perilaku repetitif / stereotipik • onset timbulnya gejala sebelum usia 36 bulan
Etiologi • Predisposisi genetik • Predisposisi tinggi pada kembar monozigot, saudara kandung, tuberous sklerosis, neurofibromatosis, Fragile X syndrome • Pengaruh lingkungan • Periode prenatal, perinatal, postnatal • Kelainan metabolik • phenylketonuria, histidinemia, defisiensi adenylsuccinate lypase, sintesis purin, defisiensi adenosine deaminase
Tanda-tandaawalAutisme (lanj) 1. Gangguandalambidangkomunikasi verbal maupun non-verbal • Terlambatbicara • Meracau / bahasa planet • Tidakuntukkomunikasi • Meniru/membeo • Pandaimenyanyi→tanpamengertiartinya • Tetaptakbisabicara (20%) • Menariktanganorang lain
Tanda-tandaawalAutisme 2. Gangguandalambidanginteraksisosial • Menolak/menghindarbertatapmata • Takmaumenengokbiladipanggil • Seringkalimenolakuntukdipeluk • Asikbermainsendiri • Diajakbermain →malahmenjauh
Tanda-tandaawalAutisme 3. Gangguandalambidangperilaku • Perilakuberlebihanataukekurangan • Kelekatanpadabendatertentu • Perilaku yang ritualistik
Tanda-tandaawalAutisme 4. Gangguandalambidangperasaan • Tidakdapatikutmerasakanapa yang dirasakanorang lain • Kadang-kadangtertawasendiri, menangisataumarah-marahtanpasebab • Seringmengamuktakterkendali →agresif & destruktif
Tanda-tandaawalAutisme 5. Gangguandalambidangpersepsisensoris • Mencium-ciumataumenggigitmainanataubendaapasaja • Bilamendengarsuaratertentulangsungmenutuptelinga • Tidakmenyukairabaanataupelukan • Merasasangattidaknyamanbiladipakaikanpakaiandaribahan yang kasar
Kapanautismebiasanyamuncul ? • Sebelumusia 3 th→kegagalanberbahasa & menjalinhubungan dg orangtua. • Tidakadareaksikalaudipanggil→tuli ? • Anaksebayanyasudahbisabicara • Peristiwabesar • Waktubayi→anakmanis
Penatalaksanaan Faktor yang mempengaruhi : • Beratatauringannyagejala • Umur • Cerdas • Bicaradanbahasa • Terapiintensif yang terpadu
Penatalaksanaan Terapiterpadu • Terapimedikamentosa • Terapiwicara • Terapiokupasi • Terapiperilaku • Pendidikankhusus • Integrasisensoris
Etiologi • FaktorNeurobiologis * Aspekneuroanatomis * Aspekneurokimiawi * Aspekneuroendokrin * Aspekneurofisiologis→abnormalitas EEG, gelombang alfa berkurang → maturasi SSP terlambat • FaktorGenetik • Kerusakanotak • Keterlambatanmaturasi • FaktorPsikososial
FaktorGenetik • Tingkat hubungan yang besardiantarakembarmonozigotdibandingkandengankembardizigot • Saudarakandung→risikolebihtinggi • Riwayatalkoholisme, gangguankepribadianantisosial→ditemukanpadaorangtuanya.
Kerusakanotak • Kerusakanotakringanatau minimal pada SSP padaperiode natal danperinatal Gangguansirkulasi, zattoksik, metabolik, mekanik, stres, seranganfisikterhadapotakselamamasabayi (infeksi, inflamasidan trauma)
FaktorPsikososial • Kehilanganhubunganemosional yang lama • Kejadian-kejadianpsikis yang sangatmenekan • Gangguandalamkeseimbanganhubungankeluarga • Faktor-faktor lain yang menyebabkankecemasan
Pedoman Diagnosis GangguanPemusatanPerhatian (DSM IV-1994) 1. Tidak Ada Konsentrasi • Tidakmampumemberikanperhatianhal-hal kecil, seringmembuatkesalahan yang sesungguhnyatidakperluterjadi pada waktumengerjakan tugas sekolah • Tidakmampumemusatkanperhatian secara terusmenerus pada waktumenyelesaikan tugas ataubermain. • Seringtampaksepertitidakmendengar. Seringtidakdapatmengikutiperintah dan gagalmenyelesaikan tugas sekolahatau tugas lainnya • Seringmengalamikesulitanuntukmengaturtugasatauaktifitaslainnya. • Seringmenolakatautidakmenyukaitugas yang memerlukanperhatianterusmenerus • Seringkehilanganbarang-barang yang diperlukan • Perhatiannyamudahberaliholehrangsangdariluar • Seringlupadalammenyelesaikantugassehari-hari. Keterangan : Palingsedikitterdapat 6 gejala yang menetapminimalselama 6 bulandarigejala di atas.
2.Hiperaktifitas dan Impulsivitas • Hiperaktifitas • Tidakdapatdudukdiam, tangan / kakinyatidakdapat diam. • Seringmeninggalkantempatdudukpadawaktumengikutikegiatandidalamkelasataukegiatanlainnya yang mengharuskantetapduduk. • Berlari-lariataumemanjat secara berlebihan • Tidakdapatmengikutiaktifitasdengantenang. • Selalu “bergerakterus” atauberlakubagaikandidorongoleh “mesin”. • Seringbanyakbicara • Impulsifitas • Terlalucepatmemberikanjawaban, sebelumpertanyaanselesaididengar. • Sulitmenunggugiliran • Seringmelakukaninterupsiataumenggangguorang lain Keterangan: Palingsedikitterdapat 6 gejala yang menetapminimalselama6 bulandarigejala di atas
Gejala tersebut terjadi sebelum usia 7 tahun • Gejala-gejala tersebut terjadi pada lebih dari satu situasi (di rumah, sekolah, dll) • Gejala-gejala tersebut secara klinis nyata menimbulkan hendaya dalam kegiatan sosial, akademik, dan tugas-tugas lainnya • Gejala-gejala tersebut tidak diakibatkan oleh gangguan perkembangan pervasif, skizoprenia, gangguan psikosa lainnya dan gangguan jiwa yang lain.
Tatalaksana GPP/H • Farmakoterapi • Terapiperilaku • Terapiedukasi • Psikoterapidankonseling • Intervensidisekolah
Farmakoterapi • Golonganstimulan SSP *Methylphenidate *Dextroamphethamine *Pemoline Peningkatanmetabolismepada area ganglia basalis, penurunanpada area motorikfrontalis
Definisi • Palsi serebral adalah gangguan gerakan dan postur karena suatu kerusakan/gangguan pada sel-sel motorik pada susunan saraf pusat yang sedang tumbuh/belum selesai pertumbuhannya.
Etiologi • Postnatal • trauma kepala • meningitis/ensefalitis yang terjadi 6 bulan pertama kehidupan • racun: logam berat, CO • Prenatal • infeksi intrauterin: TORCH dan sifilis • radiasi • asfiksia intrauterin • toksemia gravidarum • DIC • Perinatal • anoksia/hipoksia • perdarahan otak • prematuritas • postmaturitas • hiperbilirubinemia • bayi kembar
Klasifikasi Berdasarkan derajat kemampuan fungsional: • Golongan ringan • Masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari → sama sekali/hanya sedikit membutuhkan bantuan • Golongan sedang • Aktifitas sangat terbatas , membutuhkan bermacam-macam bantuan/pendidikan khusus agar dapat mengurus dirinya sendiri, bergerak atau berbicara sehingga dapat bergaul di tengah masyarakat dengan baik • Golongan berat • Sama sekali tidak dapat melakukan aktifitas fisik • Tidak mungkin dapat hidup tanpa pertolongan orang lain.
Diagnosis • Diagnosis pada anak di bawah 6 bulan → sulit • Karena <6 bulan tidak banyak “milestone” perkembangan baru • Untuk memudahkan diagnosis → membagi kelainan motorik pada CP menjadi 6 kategori: • Pola gerak dan postur (postures and movement pattern) • Pola gerak oral (oral motor pattern) • Strabismus • Tonus otot (tone of muscles) • Evolusi reaksi postural dan kelainan lainnya yang mudah dikenal (evolution of postural reaction and landmarks) • Refleks tendon, primitif dan plantar. • Diagnosis ditegakkan→ minimal 4 kelainan dari 6 kategori motorik tersebut di atas dan disertai dengan proses penyakit yang tidak progresif.
Diagnosis • Tipe spastik • Umur 3 bl: gerakan yang terbatas. Spastik kuadriplegi: tampak anggota gerak bawah ekstensi, lengan terletak kaku dekat badan. Periksa refleks-refleks primitif • Usia 4-8 bl amati kualitas dan simetrisitas gerakan anak. • Umur >9 perhatikan adanya retardasi mental. • Tipe athetoid • Tidak bisa terdiagnsosi sebelum gerakan-gerakan athetosis itu timbul. • Khas → ekstensi pada siku dan pronasi pada pergelangan tangan. Tonus ekstensor meningkat → kepala terkulai kalau anak dari tidur kemudian didudukkan. Sering kesulitan mengisap dan menelan.
Diagnosis • Tipe rigid • Rigiditas semua anggota gerak, tidak ditemukan tanda kelainan pada traktus piramidalis. • Kelainan umumnya disertai dengan retardasi mental. • Tipe ataksia • Tanda-tanda ataksia ketika anak meraih benda, pada waktu duduk atau berjalan. • Tipe hipotonik • Jarang
Penatalaksanaan • Aspek medis • aspek medis umum • terapi dengan obat-obatan • terapi melalui pembedahan ortopedi • fisioterapi • terapi okupasi • ortotik • terapi wicara • Aspek non-medis • pendidikan • pekerjaan • problem sosial
Definisi • RM didefinisikan: keadaan di mana inteligensi umum berfungsi di bawah rata-rata, bermula dari masa perkembangan, disertai gangguan tingkah laku penyesuaian. • Menurut ICD10: RM adalah perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap, terutama ditandai dengan adanya hendaya (impairment) keterampilan (skills) selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada semua aspek inteligensi, yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial.
Diagnostic and Statistic Manual edisi IV (DSM-IV) • Fungsi intelektual yang berada di bawah rata-rata, dengan IQ rata-rata 70 atau kurang • Terdapat defisit atau gangguan fungsi adaptif pada minimal 2 area: komunikasi, perawatan diri sendiri, hidup berkeluarga, kemampuan sosial/interpersonal, kemampuan bermasyarakat, kemampuan akademik fungsional dan pekerjaan • Timbul sebelum umur 18 tahun.
Etiologi • campuran faktor bawaan, lingkungan atau sosiokultural. • Selama kehamilan: Kelainan bawaan: kelainan kromosom, sindrom down, dll • Kelainan genetik: tuberoussclerosis, penyakit metabolik, fragile-X syndrome dll. • Didapat: gangguan pertumbuhan janin dlm kandungan, seperti infeksi, keracunan, insufisiensi placenta • Setelah persalinan: hiperbilirubinemia, infeksi, trauma berat pada kepala atau susunan saraf pusat, CVA (cerebrovascular accident), anoksia serebri, keganasan susunan saraf pusat, gangguan metabolik, gizi buruk, kelainan hormonal (mis hipotiroid) • Masalah psikososial → penyakit kejiwaan, penyakit kronis lain pada ibu, keminskinan, malnutrisi, penyiksaan (abuse), penelantaran
Klasifikasi RM (DSM-IV) • RM ringan (IQ 55-70): terdidik, intensitas bantuan: intermiten) • RM sedang (IQ 40-54): terlatih, intensitas bantuan: terbatas) • RM berat (IQ 25-29): tidak terlatih, intensitas bantuan: ekstensif) • RM sangat berat (IQ < 25): tidak terlatih, intensitas bantuan: pervasif)
Gejala • keterlambatan berbahasa • gangguan gerakan motorik halus & gangguan adaptasi (toileting, kemampuan bermain) • keterlambatan perkembangan motorik kasar, jarang ditemui, kecuali bila RM disertai kondisi lain, mis: CP • gangguan perilaku: agresi, menyakiti diri sendiri, deviasi perilaku, inatensi, hiperaktifitas, kecemasan, depresi, gangguan tidur dan gerakan sterotipik.
Kriteria Diagnosis • terdapat kendala perilaku adaptif sosial (kemampuan untuk mandiri) • gejala timbul pada umur yang kurang dari 18 tahun • fungsi intelektual kurang dari normal (IQ <70).
Penatalaksanaan • Perawatan umum: • Meningkatkan kesehatan: gizi yang baik, cara hidup sehat • Memberikan perlindungan terhadap penyakit (imunisasi) • Mendeteksi penyakit sedini mungkin • Diagnosis dini mis hipotiroid → mencegah kerusakan lanjut • Koreksi defek sensoris, stimulasi dini (stimulasi sensoris, terapi wicara, sekolah khusus) • Terapi medikamentosa: • kontroversial • Pemberian prikotropik → jika ditemukan komorbiditas spesifik, misal autisme, GPPH, gerakan stereotipik, skizofrenia
Special Kids TERIMA KASIH