470 likes | 1.18k Views
Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. By. Widyoningsih, S.Kp. Kebijakan Perlindungan Tenaga Kerja. UUD 1945 pasal 27 ayat 2: “Setiap warga negara berhak atas penghargaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pekerjaan adh hak manusia Sso bekerja & beraktivitas dalam kondisi sehat
E N D
Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja By. Widyoningsih, S.Kp.
Kebijakan Perlindungan Tenaga Kerja • UUD 1945 pasal 27 ayat 2: “Setiap warga negara berhak atas penghargaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. • Pekerjaan adh hak manusia • Sso bekerja & beraktivitas dalam kondisi sehat • Bebas dari risiko akibat kerja, kecelakaan/penyakit akibat kerja • Penghidupan yang layak = hak manusiawi • UU ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003
Tenaga Kerja • Tenaga kerja = setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang/jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri /masyarakat. • Pekerja/buruh = setiap irang yg bejerja dengan menerima upah/imbalan dalam bentuk lain • Ketenagakerjaan = hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama & sesudah kerja.
Hiperkes dan Keselamatan kerja = Pelaksanaan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) = Occupational Health & Safety (OHS) = Occupational Health & Safety Environment (OHSE)
Hiperkes dan Keselamatan Kerja • Keilmuan multidisiplin • Upaya pemeliharaan & peningkatan kondisi lingkungan kerja, keselamatan & kesehatan kerja • Melindungi tenaga kerja thd bahaya pekerjaan • Mencegah kerugian akibat kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, kebakaran, peledakan, pencemaran lingkungan kerja
Aspek dalam Hiperkes dan Keselamatan Kerja Tujuan: • Lingkungan kerja higienis, aman & nyaman, • Dikelola oleh tenaga kerja sehat selamat & produktif Tda atas aspek: • Higiene perusahaan (Industrial Higiene) • Ergonomi (Ergonomic) • Kesehatan kerja (Occupational Health) • Keselamatan kerja (Safety)
Aspek dalam Hiperkes dan Keselamatan Kerja 1. Higiene Perusahaan fokus pada upaya pengenalan/identifikasi, penilaian/pengujian, pemantauan faktor lingkungan tenaga kerja 2. Ergonomic kelilmuan & aplikasinya dalam sistem/desain kerja, penserasian manusia & pekerjaannya, pencegahan kelelahan, untuk tercapai efisiensi & efektifitas pekerjaan
Aspek dalam Hiperkes dan Keselamatan Kerja 3. Kesehatan kerja • meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja • mll upaya peningkatan kesehatan • upaya pencegahan gangguan kesehatan • thd penyakit akibat pekerjaan/tempat kerja 4. Keselamatan kerja • Ilmu & penerapan terkait mesin, alat, bahan, & proses kerja • Untuk menjamin keselamatan tenaga kerja & seluruh aset produksi agar terhindar dari kecelakaan kerja/kerugian lainnya
Higiene Perusahaan • Suma’mur (1976) • Spesialisasi dalam ilmu higiene & prakteknya • Penilaian pada faktor penyebab penyakit kualitatif/kuantitatif di lingkungan kerja • Sbg dasar tindakan korektif pd lingkungan • Sbg pencegahan agar pekerja & masy terhindar dari bahaya akibat kerja • Mengecap derajat kesehatan setingginya
Higiene Perusahaan • Tujuan: • Tenaga kerja terlindung dari bbg risiko akibat lingkungan kerja • Mll upaya identifikasi/pengenalan, pengujian/evaluasi, pengendalian • Pemantauan & korektif/perbaikan lingkungan kerja
Aspek dalam Higiene Perusahaan • Pengenalan • Penilaian • Pengendalian lingkungan kerja
1. Pengenalan lingkungan kerja • Melalui Walk Trough Survey/survei pendahuluan • Nama bagian • Jumlah pekerja • Proses produksi / lay out proses • Bagan perusahaan • Pengamatan potensi bahaya • Jenis mesin & peralatan • Tanda peringatan • Tata rumah tangga • Tanggap darurat • Teknologi pengendalian yang ada, dsb
1. Pengenalan lingkungan kerja • Manfaat: • Mengetahui secara kualitatif bahaya lingkungan di tempat kerja • Menentukan lokasi, jenis & metode pengujian yang perlu dilakukan
2. Penilaian / evaluasi lingkungan • Pengukuran • Pengambilan sampel • Analisis laboratorium Manfaat, diketahui: • Kondisi lingkungan kerja kuantitatif & rinci • Hasil perbandingan pengukuran dg standar • Perlu tidak teknologi pengendalian • Ada tidak korelasi kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dg lingkungan kerja • Di samping sbg dokumen data di tempat kerja
3. Pengendalian • Metode teknik • Menurunkan tingkat faktor bahaya lingkungan • Melindungi pekerja Sifat: • Preventif • Represif: tindakan koreksi setelah terjadi dampak lingkungan akibat kerja
Teknologi Pengendalian • Substitusi • Isolasi • Cara basah --- mengurangi debu • Good housekeeping • Ventilasi umum: mengalirkan udara bersih --- tidak tepat utk fume & debu • Ventilasi lokal: menangkap kontaminan • Perubahan proses • Proteksi perorangan
Contoh penerapan teknologi pengendalian • Kebisingan: • substitusi, • modifikasi, • pemeliharaan, • bahan peredam, • remote control, • alat pelindung telinga, • mengatur lama pemaparan
Contoh penerapan teknologi pengendalian • Tekanan panas • Ventilasi, spot cooling • Metal shielding • Alat pendingin • Remote control • Pencemaran debu • Gravitasi • Filtrasi • Pusingan • Penyerapan basah • Elektrostatik presipitator
Contoh penerapan teknologi pengendalian • Pencemaran gas • Direct flame, menggabungkan dg bahan bakar dlm ruang pembakaran uap • Oksidasi katalitik • Absorpsi: penyerapan reaksi kimia mell cairan • Adsorbsi: penyerapan melalui zat padat • dispersi
Program Hiperkes • Pengenalan, pengujian, pengendalian potensi bahaya di lingk kerja • Pemantauan lingk kerja • Pelatihan & informasi lingkungan kerja • Penyusunan NAB • Rekayasa alat deteksi • Riset kedokteran/kesehatan • Pembuatan label/tanda peringatan • Koordinasi & kerjasam dg unit lin di perusahaan, instansi/profesi lain
Kesehatan Kerja • Suma’mur (1976) • merupakan spesialisasi ilmu kesehatan & kedokteran beserta prakteknya • Bertujuan pekerja/masy pekerja mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya • fisik, mental, sosial, • Dg usaha preventif/kuratif • Thd penyakit/ggn kesehatan diakibatkan faktor pekerjaan/lingk pekerjaan atau penyakit umum
Kesehatan Kerja • Lingkup kegiatan: peningkatan kualitas hidup tenaga kerja melalui penerapan upay