10 likes | 237 Views
30. secara pribadi sehingga menganggap mereka berhubungan dengan sesuatu yang. dianggap Tuhan. Secara mendalam Chaplin (1997) mengatakan bahwa religi merupakan. suatu sistem yang kompleks terdiri dari kepercayaan, keyakinan, dan tercennin.
E N D
30 secara pribadi sehingga menganggap mereka berhubungan dengan sesuatu yang dianggap Tuhan. Secara mendalam Chaplin (1997) mengatakan bahwa religi merupakan suatu sistem yang kompleks terdiri dari kepercayaan, keyakinan, dan tercennin dalam sikap mereka dan pelaksanaan upacara-upacara keagamaan dengan maksud untuk dapat berhubungan dengan Tuhan. Di sisi lain Anshari (1987) mengatakan bahwa agama adalah istilah untuk menyatakan perasaan, mengakui hak-hak Tuhan dengan rasa takut dan hormat. Dilihat dari sudut pandang sosiologis, telah diungkapkan oleh Nottingham (dalam Anshari, 1990) bahwa agama berkaitan dengan usaha-usaha manusia untuk mengukur seberapa besar makna keberadaan dirinya pada alam semesta. Menurut Fowler (Supratiknya dalam Nashori dan Ancok 1994) religiusitas adalah suatu ekspresi yang bersifat menyeluruh ke dalam berbagai upacara da,n simbol keberagamaan . Glock & Stark (dalam Nashori dan Ancok 1994) mengatakan bahwa religusitas pada dasarnya adalah suatu sistem dari simbol, keyakinan, nilai dan perilaku yang terlembagakan, ditnana semua sistem itu berpusat pada pesoalan- persoalan yang dihayati sebagai yang paling maknawi (ultimate meaning). Berdasarkan uraian di atas , maka dapat disimpulkan bahwa religi adalah suatu bentuk hubungan antara manusia yang suci dan sakral yang memang telah menjadi suatu persepsi dalam diri individu dengan Tuhan yang memiliki kekuatan